Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Menulis Footnote dari Jurnal Paling Mudah

 

Ketahui cara menulis footnote dari jurnal dengan mudah melalui artikel berikut ini. Ciptakan karya tulis dengan penuh kredibilitas tinggi sekarang juga!

Cara menulis footnote dari jurnal sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Namun masih banyak yang belum mengerti rumusnya, sehingga masih banyak yang mengalami permasalahan dengan hal ini. Kondisi ini semakin diperparah dengan kurang terbiasanya masyarakat Indonesia dengan penulisan ilmiah.

Faktor tersebut bisa kita lihat bersama dari kondisi literasi Indonesia. Programme for International Student Assessment menyatakan bahwa Indonesia menempati rangking 70 dari 80 negara terkait dengan literasi. Kalau kamu punya ambisi menerbitkan jurnal yang terindeks scopus, maka cara menulis footnote berikut ini akan sangat membantu.

Apa itu Footnote?

Footnote, atau catatan kaki, adalah penjelasan atau referensi singkat yang ditempatkan di bagian bawah halaman sebuah karya tulis. Footnote berfungsi untuk memberikan informasi tambahan kepada pembaca terkait dengan sumber rujukan, penjelasan tambahan atau komentar dari kamu selaku penulis. 

Footnote sebagai sumber rujukan memiliki fungsi sebagai pertanda bahwa kamu selaku penulis memiliki kredibilitas. Sehingga informasi yang kamu gunakan bisa kamu pertanggung jawabkan dengan baik. Karena peran footnote disini adalah untuk menginformasikan sumber rujukan yang kamu gunakan untuk memperkuat pernyataan yang kamu buat. 

Footnote adalah elemen yang penting untuk meningkatkan kualitas karya tulis dan membuatnya lebih informatif serta kredibel. Gunakan footnote dengan bijak dan bertanggung jawab untuk memberikan informasi yang bermanfaat bagi pembaca. Sehingga karya tulis kamu bisa memberikan dampak bagi ilmu pengetahuan serta perkembangan masyarakat.

Jenis-jenis Footnote

1. Footnote Lengkap

Footnote lengkap adalah jenis footnote yang mencakup semua informasi sumber dengan rinci. Penulisan bermula dengan mencantumkan nama lengkap penulis, dan inisial nama tengah jika ada. Kemudian, judul karya yang kamu kutip harus ditulis dalam format miring untuk membedakannya dari teks lainnya. 


Informasi penerbitan yang mencakup kota penerbit, nama penerbit, dan tahun penerbitan juga harus disertakan. Selain itu, nomor halaman dari mana informasi dikutip juga harus dicantumkan dalam footnote lengkap. Footnote lengkap sangat penting untuk kutipan langsung atau ketika kamu menggunakannya untuk dasar sebuah argumen.


Penggunaan footnote lengkap membantu kamu menjaga keakuratan dan kredibilitas tulisan. Dengan memberikan detail yang lengkap tentang sumber, pembaca dapat memastikan keaslian informasi yang kamu sajikan. Kondisi ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap karya asli dan upaya untuk menghindari plagiarisme.


2. Footnote Singkat


Footnote singkat adalah cara yang efisien untuk merujuk kembali ke sumber informasi yang telah kamu sebutkan sebelumnya. Footnote jenis ini memiliki format sederhana, terdiri dari nama lengkap penulis tanpa inisial, judul karya tanpa dicetak miring, dan halaman spesifik dari mana informasi dikutip. 


Penggunaan format ini membantu mempermudah pembaca dalam melacak sumber informasi. Hal yang membedakan footnote jenis ini juga terlihat dari beberapa singkatan yang umum digunakan dalam footnote singkat. "Ibid." digunakan untuk merujuk pada sumber yang sama dengan footnote sebelumnya, tanpa perubahan halaman. 


"Op. Cit." merujuk pada karya yang sama dengan footnote sebelumnya tetapi dengan halaman yang berbeda. Sementara itu, "Loc. Cit." digunakan untuk merujuk pada halaman yang sama tetapi dalam karya yang berbeda. Penggunaan footnote singkat tidak hanya menghemat ruang tetapi juga meningkatkan keterbacaan dokumen. 


3. Footnote Penjelasan


Footnote penjelasan adalah jenis catatan kaki yang berfungsi memberikan tambahan informasi terkait poin tertentu dalam karya ilmiah. Penggunaan footnote ini membantu pembaca memahami konteks atau detail lebih lanjut tanpa mengganggu alur utama tulisan.

Informasi yang disampaikan dalam footnote penjelasan biasanya relevan dan informatif, namun tidak selalu mencantumkan sumber. Kelebihan utama dari footnote penjelasan adalah kemampuannya menjelaskan istilah atau konsep yang mungkin tidak familiar bagi sebagian pembaca.

Dengan demikian, pembaca dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang topik yang dibahas tanpa harus mencari informasi tambahan di luar teks. Footnote penjelasan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pembaca, tetapi juga menunjukkan perhatian penulis terhadap detail dan kejelasan informasi.

4. Footnote Diskret

Footnote diskret digunakan untuk menunjukkan hubungan antara dua bagian teks yang terpisah. Biasanya, footnote ini hanya terdiri dari simbol seperti tanda bintang, angka, atau huruf, membuatnya sederhana dan mudah diikuti oleh pembaca. Umumnya, footnote jenis ini digunakan untuk memberitahukan halaman lainnya yang masih relevan.

Sistem ini membantu pembaca untuk memahami referensi atau catatan tambahan tanpa mengganggu alur bacaan utama. Simbol yang digunakan memberikan petunjuk yang jelas tentang keterkaitan informasi, memastikan pembaca tidak kehilangan konteks saat merujuk ke bagian terkait.

5. Footnote Komentar Penulis

Footnote komentar digunakan untuk menambahkan komentar pribadi penulis terhadap suatu pernyataan atau isu. Jenis footnote ini memungkinkan penulis memberikan pandangan atau interpretasi tambahan yang mungkin tidak sepenuhnya terkait dengan isi utama teks, namun tetap relevan dan bermanfaat bagi pembaca.

Penggunaan footnote komentar harus dilakukan dengan bijaksana dan profesional, serta tidak boleh bersifat menyinggung atau provokatif. Tujuannya adalah untuk memperkaya pemahaman pembaca tanpa menyebabkan kebingungan atau menimbulkan kontroversi yang tidak perlu.

Cara Menulis Footnote yang Baik dan Benar

Pertama, kamu harus mengerti letak penulisan footnote. Penempatan footnote dilakukan di bagian bawah halaman, tepat di bawah baris teks yang direferensikan, dan dipisahkan dari teks utama dengan garis horizontal sepanjang 14 karakter dari margin kiri serta 4 spasi dari teks. Penomoran footnote menggunakan angka secara berurutan.

Setelah memahaminya, kini kamu bisa mulai belajar terkait dengan struktur penulisan footnote. Umumnya, penulisan struktur inilah yang seringkali jadi masalah bagi para penulis. Informasi sumber dalam footnote mencakup nama lengkap penulis, diikuti dengan inisial nama tengah (jika ada), judul karya yang dikutip dalam format miring, serta informasi penerbitan yang mencakup kota penerbit, nama penerbit, dan tahun penerbitan.

Selain itu, nomor halaman spesifik dari mana informasi dikutip juga harus dicantumkan. Footnote juga bisa kamu lengkapi dengan penjelasan tambahan terkait informasi yang kamu jadikan referensi. Namun, penggunaannya harus kamu lakukan dengan bijaksana dan profesional. Sehingga tidak menimbulkan kegaduhan.

Contoh Penulisan Footnote

  • Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, 1992), hal. 9.
  • Ibid., hal. 12.
  • Penjelasan tambahan terkait dengan poin yang disebutkan dalam teks.
  • Menurut hemat saya, pendapat tersebut perlu dipertimbangkan lebih lanjut.

Gimana, Sudah Paham Kan Sekarang?

Itulah pembahasan lengkap mengenai cara menulis footnote dari jurnal yang mudah. Dengan memahami konsep, fungsi, dan struktur dari footnote. Kedepannya kamu tidak akan mengalami kesulitan yang berarti untuk menulis footnote. Mengingat, footnote ini sangat penting untuk menunjukan kredibilitas informasi yang kamu tulis.

Karena kemudahan informasi pada era saat ini menimbulkan efek minus terkait adanya distorsi informasi atau bahkan informasi yang salah. Informasi-informasi tersebut tentu akan menyesatkan pembaca dan bisa berdampak fatal. Maka pastikan untuk memiliki referensi yang kuat dalam setiap karya ilmiah yang kamu tulis ya. Semangat!


Posting Komentar untuk "Cara Menulis Footnote dari Jurnal Paling Mudah"