Cara Menulis Footnote dari Jurnal Paling Mudah
Cara menulis footnote dari jurnal sebenarnya sangat mudah untuk dilakukan. Namun masih banyak yang belum mengerti rumusnya, sehingga masih banyak yang mengalami permasalahan dengan hal ini. Kondisi ini semakin diperparah dengan kurang terbiasanya masyarakat Indonesia dengan penulisan ilmiah.
Faktor tersebut bisa kita lihat bersama dari kondisi literasi Indonesia. Programme for International Student Assessment menyatakan bahwa Indonesia menempati rangking 70 dari 80 negara terkait dengan literasi. Kalau kamu punya ambisi menerbitkan jurnal yang terindeks scopus, maka cara menulis footnote berikut ini akan sangat membantu.
Apa itu Footnote?
Jenis-jenis Footnote
1. Footnote Lengkap
Footnote lengkap adalah jenis footnote yang mencakup semua informasi sumber dengan rinci. Penulisan bermula dengan mencantumkan nama lengkap penulis, dan inisial nama tengah jika ada. Kemudian, judul karya yang kamu kutip harus ditulis dalam format miring untuk membedakannya dari teks lainnya.
Informasi penerbitan yang mencakup kota penerbit, nama penerbit, dan tahun penerbitan juga harus disertakan. Selain itu, nomor halaman dari mana informasi dikutip juga harus dicantumkan dalam footnote lengkap. Footnote lengkap sangat penting untuk kutipan langsung atau ketika kamu menggunakannya untuk dasar sebuah argumen.
Penggunaan footnote lengkap membantu kamu menjaga keakuratan dan kredibilitas tulisan. Dengan memberikan detail yang lengkap tentang sumber, pembaca dapat memastikan keaslian informasi yang kamu sajikan. Kondisi ini juga sebagai bentuk apresiasi terhadap karya asli dan upaya untuk menghindari plagiarisme.
2. Footnote Singkat
Footnote singkat adalah cara yang efisien untuk merujuk kembali ke sumber informasi yang telah kamu sebutkan sebelumnya. Footnote jenis ini memiliki format sederhana, terdiri dari nama lengkap penulis tanpa inisial, judul karya tanpa dicetak miring, dan halaman spesifik dari mana informasi dikutip.
Penggunaan format ini membantu mempermudah pembaca dalam melacak sumber informasi. Hal yang membedakan footnote jenis ini juga terlihat dari beberapa singkatan yang umum digunakan dalam footnote singkat. "Ibid." digunakan untuk merujuk pada sumber yang sama dengan footnote sebelumnya, tanpa perubahan halaman.
"Op. Cit." merujuk pada karya yang sama dengan footnote sebelumnya tetapi dengan halaman yang berbeda. Sementara itu, "Loc. Cit." digunakan untuk merujuk pada halaman yang sama tetapi dalam karya yang berbeda. Penggunaan footnote singkat tidak hanya menghemat ruang tetapi juga meningkatkan keterbacaan dokumen.
3. Footnote Penjelasan
4. Footnote Diskret
5. Footnote Komentar Penulis
Cara Menulis Footnote yang Baik dan Benar
Contoh Penulisan Footnote
- Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, 1992), hal. 9.
- Ibid., hal. 12.
- Penjelasan tambahan terkait dengan poin yang disebutkan dalam teks.
- Menurut hemat saya, pendapat tersebut perlu dipertimbangkan lebih lanjut.
Posting Komentar untuk "Cara Menulis Footnote dari Jurnal Paling Mudah"